Yohanes 14:6 berkata, “Yesus berkata kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku.” Sebagai seorang yang mengikut Tuhan,melakukan mengikut Firman Tuhan,patuhi Amanat Agung Nya,capai pemahaman nyata terhadap Tuhan,barulah boleh mendapat pujian Tuhan dan berkat Tuhan.
7/29/2018
Penampakan Tuhan Telah Mendatangkan Zaman yang Baru
Rencana manajemen enam ribu tahun Tuhan pada dasarnya telah berakhir. Pintu kerajaannya terbuka bagi semua yang mencari penampakan Tuhan . Saudara dan saudari terkasih, apa yang Anda tunggu? Apa yang kamu cari? Apakah Anda menantikan kemunculan Tuhan? Apakah Anda mencari langkah-langkah Tuhan? Apa yang mendambakan penampakan Tuhan! Betapa sulitnya menemukan jejak Tuhan! Di era ini, di dunia seperti itu, apa yang harus kita lakukan untuk menyaksikan hari-hari manifestasi Tuhan? Apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti jejak Tuhan? Semua orang yang menunggu Tuhan muncul menghadapi masalah ini. Anda telah mempertimbangkan masalah ini lebih dari satu kali - tetapi apa akhirnya? Di mana Tuhan muncul? Di mana jejak Tuhan? Sudahkah Anda menemukan jawabannya? Banyak orang akan menjawab ini: Tuhan muncul di antara orang-orang yang mengikutinya, dan langkahnya ada di antara kita, sesederhana itu! Setiap orang dapat memberikan jawaban yang standar, tetapi apakah Anda mengerti apa arti kehadiran Tuhan, dan apa langkah Tuhan itu? Munculnya Tuhan berarti bahwa dia secara pribadi datang ke tanah untuk melakukan pekerjaannya. Dengan identitas dan karakternya sendiri, dengan caranya yang unik, ia memasuki kemanusiaan, melakukan pekerjaannya, memulai era, dan mengakhiri sebuah era. Hantu seperti ini bukanlah ritual. Juga bukan tanda, gambar, mukjizat atau visi besar, apalagi proses keagamaan. Penampilan ini adalah fakta aktual dan aktual yang dapat disentuh dan dilihat. Phantom seperti ini lebih dari sekedar mengikuti proses.Atau hanya pekerjaan jangka pendek, tetapi ini adalah fase kerja yang dicakup oleh rencana manajemennya. Penampilan Tuhan selalu penuh makna dan selalu terkait dengan rencana manajemennya. Ilusi ini benar-benar berbeda dari bimbingan Tuhan kepada umat manusia, ilusi kepemimpinan dan pencerahan. Setiap kali dia mengungkapkan dirinya, Tuhan akan melakukan fase kerja yang hebat. Pekerjaan ini berbeda dari pekerjaan di waktu lain. Karya ini belum tenggelam dalam pikiran manusia dan tidak pernah mengalami kemanusiaan. Pekerjaan ini telah memulai era baru, berakhir untuk waktu yang lama, adalah bentuk kerja yang baru dan lebih baik untuk menyelamatkan umat manusia. Selain itu, ini adalah pekerjaan membawa manusia ke era baru.
Selagi memahami penampakan Tuhan ini, bagaimana seharusnya engkau mencari jejak langkah Tuhan? Pertanyaan ini tidaklah sulit untuk dijelaskan: Di mana ada penampakan Tuhan, di situ engkau akan temukan jejak langkah Tuhan. Penjelasan seperti ini terdengar amat lugas, tetapi sesungguhnya tidak semudah itu untuk dilakukan, sebab banyak orang tidak tahu di mana Tuhan menyatakan diri-Nya, apalagi di mana Ia bersedia atau akan menyatakan diri-Nya. Beberapa orang secara impulsif percaya bahwa di mana ada pekerjaan Roh Kudus, di sanalah ada penampakan Tuhan. Atau jika tidak begitu, mereka percaya bahwa di mana ada tokoh-tokoh rohani, di situ juga ada penampakan Tuhan. Atau jika tidak begitu, mereka percaya bahwa di mana ada orang-orang tersohor, di situ juga ada penampakan Tuhan. Untuk sementara ini, kita tak usah dulu memikirkan benar atau salahnya kepercayaan-kepercayaan itu. Untuk menjelaskan pertanyaan semacam itu, pertama-tama kita harus paham betul mengenai tujuan ini: Kita sedang mencari jejak langkah Tuhan. Kita tidak sedang mencari tokoh rohani, apalagi mengikuti tokoh ternama, melainkan sedang mengikuti jejak langkah Tuhan. Oleh karena kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, maka kita harus mencari kehendak Tuhan, perkataan Tuhan, pernyataan Tuhan—sebab, di mana ada perkataan Tuhan yang baru, di sana-lah ada suara Tuhan, dan di mana ada langkah kaki Tuhan, di situ juga ada perbuatan Tuhan. Di mana ada pengungkapan Tuhan, di situ juga ada penampakan Tuhan, dan di mana ada penampakan Tuhan, di situ juga ada kebenaran, dan jalan, dan hidup. Saat sedang mencari jejak langkah Tuhan, engkau mengabaikan firman yang mengatakan bahwa “Tuhan adalah kebenaran, dan jalan, dan hidup.” Jadi, saat banyak orang menerima kebenaran, mereka tidak percaya bahwa mereka telah menemukan jejak langkah Tuhan, apalagi mengakui penampakan Tuhan. Betapa dalamnya kekeliruan itu! Penampakan Tuhan tidak dapat diselaraskan dengan gagasan manusia, apalagi terjadi atas perintah manusia. Tuhan membuat pilihan-pilihan-Nya sendiri dan memiliki rencana-rencana-Nya sendiri mengenai kapan Ia melangsungkan pekerjaan-Nya; lagipula, Ia memiliki tujuan-tujuan dan cara-cara-Nya sendiri. Ia tidak perlu membicarakan pekerjaan yang dilakukan-Nya dengan manusia atau mencari nasihat manusia, apalagi memberitahukan setiap orang mengenai pekerjaan-Nya. Ini-lah watak Tuhan, yang terlebih lagi perlu dikenali oleh semua orang. Jika ingin menyaksikan penampakan Tuhan, jika hendak mengikuti jejak langkah Tuhan, engkau harus pertama-tama melampaui gagasanmu sendiri. Engkau tidak boleh menyuruh Tuhan melakukan ini atau itu, apalagi menempatkan-Nya dalam batas-batasmu sendiri dan membatasi-Nya dalam gagasan pribadimu. Akan tetapi, engkau harus bertanya bagaimana seharusnya engkau mencari jejak Tuhan, bagaimana seharusnya menerima penampakan Tuhan, dan bagaimana harus berserah pada pekerjaan baru Tuhan; itulah yang harus dilakukan oleh manusia. Oleh karena manusia itu bukan kebenaran, dan tidak dikuasai oleh kebenaran, manusia harus mencari, menerima, dan menaati.
Tanpa memandang apakah engkau berkebangsaan Amerika, Inggris, atau warga negara lainnya, engkau harus melangkah keluar dari batas-batasmu sendiri, harus melampaui dirimu sendiri, dan harus memandang pekerjaan Tuhan sebagai ciptaan Tuhan. Dengan cara ini, engkau tidak akan menghambat jejak langkah Tuhan. Sebab, sekarang ini, banyak orang menganggap bahwa tidak mungkin Tuhan akan menampakkan diri di negara atau bangsa tertentu. Betapa dalamnya makna pekerjaan Tuhan, dan betapa pentingnya penampakan Tuhan! Bagaimana mungkin semua itu diukur dengan gagasan dan pemikiran manusia? Jadi menurut hemat-Ku, engkau harus menghancurkan gagasan tentang kebangsaan atau kesukuanmu saat mencari penampakan Tuhan. Dengan cara ini, engkau tidak akan dihambat oleh gagasanmu sendiri; dengan cara ini, engkau akan dilayakkan untuk menyambut penampakan Tuhan. Jika tidak begitu, engkau akan selalu berada dalam kegelapan, dan tidak akan pernah berkenan di hadapan Tuhan.
Tuhan adalah Tuhan atas segenap umat manusia. Dia tidak menjadikan diri-Nya sebagai milik pribadi suatu negara atau bangsa tertentu, dan Ia melangsungkan pekerjaan yang direncanakan-Nya tanpa dihambat oleh bentuk, negara, atau bangsa mana pun. Mungkin engkau belum pernah membayangkan bentuk seperti ini, atau mungkin engkau menyangkal keberadaan-Nya, atau mungkin negara atau bangsa di mana Tuhan menampakkan diri justru terkucilkan dan merupakan yang paling tertinggal di bumi ini. Meski begitu, Tuhan memiliki hikmat-Nya sendiri. Dengan kuasa-Nya dan melalui kebenaran dan watak-Nya, Ia telah benar-benar memperoleh sekumpulan orang yang memiliki pikiran yang selaras dengan pikiran-Nya. Ia telah memperoleh sekumpulan orang yang ingin dibentuk-Nya: sekumpulan orang yang telah ditaklukkan-Nya, yang tahan menanggung ujian dan segala macam penganiayaan, dan sanggup mengikuti-Nya sampai pada akhirnya. Tujuan penampakan Tuhan yang bebas dari segala hambatan bentuk atau negara adalah supaya Ia dapat menunaikan pekerjaan yang direncanakan-Nya. Misalnya, saat Tuhan menjadi manusia di Yudea, tujuan-Nya adalah untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban demi menebus segenap umat manusia. Namun, bangsa Yahudi berpendapat bahwa mustahil Tuhan melakukan ini, dan mereka pikir mustahil Tuhan dapat menjadi daging dan mengambil rupa Tuhan Yesus. “Kemustahilan” yang mereka pikirkan menjadi dasar mengapa mereka mengutuk dan menentang Tuhan, dan pada akhirnya mendatangkan kehancuran bagi Israel. Sekarang ini, banyak orang telah melakukan kekeliruan serupa. Dengan gegabah mereka menyerukan penampakan Tuhan yang sudah dekat, tetapi juga mengutuk penampakan-Nya; “kemustahilan” yang mereka pikirkan sekali lagi membatasi penampakan Tuhan dalam batas-batas imajinasi mereka sendiri. Aku sudah menyaksikan banyak orang terjatuh dengan menertawakan perkataan Tuhan. Bukankah tawa seperti ini tak ada bedanya dengan kutukan dan hujatan bangsa Yahudi? Engkau tidak bersungguh-sungguh dalam menghadapi kebenaran, apalagi mendambakan kebenaran. Engkau hanya menelaah secara membabi-buta dan menanti saja dengan acuh tak acuh. Apa yang engkau dapatkan dengan penelaahan dan penantian seperti ini? Dapatkah engkau menerima arahan pribadi dari Tuhan? Jika engkau tidak dapat memahami perkataan-perkataan Tuhan, bagaimana mungkin engkau dilayakkan untuk menyaksikan penampakan Tuhan? Di mana Tuhan menampakkan diri, di situ ada pengungkapan kebenaran, dan di situ juga ada suara Tuhan. Hanya orang-orang yang dapat menerima kebenaran yang dapat mendengar suara Tuhan, dan hanya orang-orang seperti itu yang layak menyaksikan penampakan Tuhan. Kesampingkanlah gagasanmu! Berhentilah dan simaklah dengan baik kata-kata ini. Jika engkau mendambakan kebenaran, Tuhan akan memberimu pencerahan untuk dapat memahami kehendak dan perkataan-Nya. Kesampingkanlah pandangan “mustahil”mu! Semakin orang percaya bahwa sesuatu itu mustahil, justru semakin besar kemungkinan hal itu akan terjadi, karena hikmat Tuhan jauh lebih tinggi dari langit, pikiran Tuhan lebih tinggi dari pikiran manusia, dan pekerjaan Tuhan melampaui batas pemikiran dan gagasan manusia. Semakin besar kemustahilan terjadinya sesuatu, semakin banyak kebenaran yang harus dicari; semakin jauh sesuatu melampaui gagasan dan bayangan pikiran manusia, semakin banyak kehendak Tuhan yang terkandung di dalamnya. Sebab di mana pun Tuhan menyatakan diri-Nya, Ia tetaplah Tuhan, dan substansi-Nya tak akan pernah berubah karena lokasi atau cara penampakan-Nya. Watak Tuhan tetap sama di mana pun jejak langkah-Nya berada. Di mana pun jejak langkah Tuhan berada, Tuhan tetaplah Tuhan atas segenap umat manusia. Sebagai contoh, Tuhan Yesus bukan hanya Tuhannya bangsa Israel, tetapi Dia juga Tuhan atas semua orang di Asia, Eropa, dan Amerika, dan bahkan merupakan satu-satunya Tuhan di seluruh alam semesta. Jadi marilah kita mencari kehendak Tuhan dan menemukan penampakan-Nya melalui perkataan-perkataan-Nya, serta mengikuti jejak langkah-Nya! Tuhan adalah kebenaran, dan jalan, dan hidup. Firman dan penampakan-Nya ada dalam waktu bersamaan, dan watak serta jejak langkah-Nya akan selalu tersedia bagi umat manusia. Saudara-saudari yang terkasih, Aku berharap engkau dapat melihat penampakan Tuhan melalui firman-firman ini, dan akan mulai mengikuti jejak langkah-Nya menuju ke zaman yang baru, dan ke dalam langit baru dan bumi baru yang indah, yang sudah dipersiapkan bagi orang-orang yang menantikan penampakan Tuhan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar