8/16/2018

Kesaksian tentang Keselamatan | Kecemburuan, Penyakit Rohani Kronis

He Jiejing    Kota Hezhou, Provinsi Guangxi
Aku berpasangan dengan seorang saudara perempuan untuk bersama-sama merevisi artikel. Ketika kami sedang rapat, aku sadari bahwa dalam segala aspek, apakah itu bernyanyi, menari, menerima firman Tuhan, atau menyampaikan kebenaran, dia lebih baik dariku. Semua saudara laki-laki dan perempuan dari keluarga tuan rumah menyukainya dan ingin berbicara dengannya. Oleh sebab itu, hatiku cukup gelisah dan aku merasa sepertinya aku telah mendapat sambutan yang dingin—bahkan aku sampai berpikir bahwa selama dia ada di sana, maka tidak ada tempat bagiku. Dalam hatiku, aku mulai merasa muak dengannya dan tidak mau menemaninya dalam menyelesaikan tugas kami. Aku berharap dia akan pergi sehingga saudara-saudariku akan menyukai dan menghormatiku.  
Suatu hari, seorang pemimpin mengunjungi kami. Saudara perempuan itu telah minta dipindahkan ke tugas yang berbeda karena pemurnian emosional yang dia alami yang membuat keadaannya menjadi negatif. Setelah mendengar dia berkata demikian, aku menjadi sangat bersemangat. Aku berpikir: Aku telah selalu berharap kamu akan pergi. Jika kamu pergi, maka aku akan keluar dari kesulitanku. Oleh karena itu, aku sangat menginginkan pemimpin segera memberikan tugas lain kepadanya. Namun, semuanya menjadi bumerang bagiku karena pemimpin bukan saja tidak memberinya tugas baru, tetapi dengan sabar menyampaikan kebenaran kepadanya dan membantunya mengubah keadaannya. Ketika aku melihat ini, aku merasa sangat cemas, dan semakin berharap agar saudara perempuan itu akan pergi. Aku berpikir: Kapan aku bisa keluar dari kesulitan ini jika dia tidak pergi kali ini? Tidak, aku harus memikirkan suatu cara untuk membuatnya cepat pergi. Akibatnya, ketika saudara perempuan itu sedang tidak ada, aku mengambil kesempatan untuk memberi rincian lebih lanjut kepada pemimpin, dengan mengatakan: “Dia biasanya mengalami pemurnian emosional yang menghambatnya untuk berfokus merevisi artikel. Sekarang dia telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan tidak dapat merevisi artikel itu. Hal ini telah mempengaruhi pekerjaan pengeditan dan penyusunan artikel di gereja. Mungkin Anda dapat memberinya tugas baru. Saudari lebih baik dalam menulis artikel, Anda bisa memilihnya untuk merevisi artikel. Dia memiliki kemampuan bekerja yang lebih baik daripada saudara perempuan yang berpasangan denganku.” Begitu aku selesai mengatakan hal ini, firman Tuhan datang dan mencela aku: “Betapa kejam dan brutalnya manusia! Intrik dan skenario licik, benturan satu sama lain, usaha-usaha untuk meraih reputasi dan kekayaan, saling membantai—kapankah semuanya ini akan berakhir? Tuhan telah berfirman hingga ratusan ribu kata, tetapi tetap saja tidak ada yang mengerti. … Berapa banyak yang tidak menindas dan mendiskriminasi sesamanya demi berusaha mempertahankan status mereka sendiri?” (“Orang Jahat Harus Dihukum” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”) Dalam menghadapi firman penghakiman Tuhan, aku merasa seolah-olah Tuhan menegurku muka dengan muka. Aku langsung mulai gemetar ketakutan dan tidak bisa tahan dan merasa takut dengan kata-kata yang baru saja aku ucapkan. Bukankah aku seperti orang yang diungkapkan oleh firman Tuhan itu “menindas dan mendiskriminasi sesamanya demi berusaha mempertahankan status mereka sendiri?” Ketika aku melihat bahwa saudara perempuan yang bekerja denganku itu lebih baik dariku dalam segala aspek dan bahwa semua saudara-saudari itu menyukainya, aku menjadi iri hati. Aku merasa muak dengannya, aku mendiskriminasi dia dan berharap dia akan segera pergi sehingga aku akan keluar dari kesulitanku. Agar saudara-saudari itu memperhatikanku sehingga aku merasa memiliki status di hadapan mereka, aku memanfaatkan situasi buruk saudara perempuan itu dan mengadukannya kepada pemimpin atas nama melindungi kepentingan gereja. Ini adalah usahaku yang sia-sia dengan manfaatkan pemimpin untuk menyingkirkan dia. Tindakanku benar-benar memperlihatkan wajahku yang sebenarnya, dan mengungkapkan bahwa aku adalah ular berbisa yang menyeramkan dan jahat, bahwa aku memang anak dari naga merah besar! Untuk menciptakan kediktatoran, naga merah besar akan menggunakan segala cara yang diperlukan untuk menyingkirkan pembangkang. Untuk berada di tengah-tengah saudara-saudariku dan membuat mereka ingin berada di dekatku, dengan licik aku menyingkirkan mereka yang tidak menguntungkanku. Naga merah besar itu iri pada mereka yang lebih besar darinya dan menghancurkan mereka yang memiliki cita-cita mulia. Aku juga cemburu padanya karena dia lebih baik dariku dalam setiap aspek dan aku menggunakan cara tercela untuk mengusirnya. Naga merah besar menghukum dan membantai orang untuk tujuannya sendiri. Untuk mencapai tujuanku sendiri, aku sengaja membesar-besarkan keadaan saudara perempuan itu. Perilakuku sama persis dengan naga merah besar; aku sungguh arogan, menyeramkan, dan sangat jahat. Gereja telah mengatur agar kami bekerja bersama sehingga dapat saling membantu dan mendukung, agar kami dapat melakukan pekerjaan yang baik dengan satu hati dan pikiran untuk menyenangkan Tuhan. Demikian juga agar kami dapat menggunakan kekuatan kami untuk mengisi kelemahan orang lain sehingga kami dapat memahami dan memperoleh lebih banyak kebenaran dan mengubah watak kami. Tetapi sedikitpun aku tidak mengerti kehendak Tuhan. Ketika aku melihat saudara perempuan itu berada dalam situasi yang buruk, aku bukan saja tidak mengandalkan kasih untuk menolongnya, tetapi aku malah mengharapkan-penggantiannya yang cepat untuk melindungi posisiku. Aku sangat jahat. Sifatku begitu buruk. Aku tidak memiliki kasih yang seharusnya dimiliki orang normal. Aku benar-benar telah kehilangan kemanusiaanku sampai pada titik ketika aku akan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuanku sendiri. Jika aku tidak bergegas dan bertobat, akhirnya aku harus dihancurkan bersama naga merah besar.
Terima kasih Tuhan! Penghakiman dan hajaran-Mu telah membangunkanku pada waktunya untuk membuatku melihat bahwa perilakuku persis sama dengan naga merah besar dan bahwa aku benar-benar anak dari naga merah besar di dalam nama dan perbuatan. Hal ini telah membuatku membenci sifat Iblis yang ada dalam diriku. Mulai saat ini, aku akan berbalik dari sifat Iblis yang berada di dalamku. Aku tidak akan lagi berjuang untuk diriku sendiri. Aku akan berharap untuk bekerja lebih baik dengan saudara perempuan ini untuk memenuhi tugas-tugas kami dan menyenangkan Tuhan. Aku akan lebih ingin mencari kebenaran dan membuang racun naga merah besar, dan sdengan demikian hidup sebagai manusia sejati untuk menyenangkan Tuhan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar