Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Tuhan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Tuhan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

12/20/2019

5. Apa yang dimaksud dengan kepercayaan yang sejati kepada Tuhan? Bagaimana seharusnya orang percaya kepada Tuhan untuk memperoleh pujian dari-Nya?

Firman Tuhan, Percaya kepada Tuhan, mengasihi Tuhan,

Gereja Tuhan Yang Mahakuasa5. Apa yang dimaksud dengan kepercayaan yang sejati kepada Tuhan? Bagaimana seharusnya orang percaya kepada Tuhan untuk memperoleh pujian dari-Nya?
Firman Tuhan yang Relevan:
"Percaya kepada Tuhan" berarti percaya bahwa Tuhan itu ada. Inilah konsep paling sederhana tentang beriman kepada Tuhan. Selanjutnya, percaya bahwa Tuhan itu ada tidak sama dengan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan.

7/22/2018

Perkataan Kristus | Prakata

Meskipun banyak orang percaya kepada Tuhan, hanya sedikit yang mengerti apa arti beriman kepada Tuhan, dan apa yang harus mereka lakukan agar berkenan di hati Tuhan. Hal ini terjadi karena walaupun orang terbiasa mendengar kata “Tuhan” dan kata-kata seperti “pekerjaan Tuhan”, mereka tidak mengenal Tuhan, apalagi pekerjaan-Nya. Maka tak heran jika semua orang yang tidak mengenal Tuhan mempunyai kepercayaan yang kacau. Orang tidak memandang serius kepercayaan kepada Tuhan karena hal itu terlalu asing dan aneh bagi mereka. Dengan demikian, mereka tidak memenuhi tuntutan Tuhan. Dengan kata lain, jika orang tidak mengenal Tuhan dan pekerjaan-Nya, mereka tidak cocok untuk dipakai Tuhan, apalagi untuk memenuhi keinginan Tuhan. “Percaya kepada Tuhan” berarti percaya bahwa Tuhan itu ada. Inilah konsep paling sederhana tentang beriman kepada Tuhan. Selanjutnya, percaya bahwa Tuhan itu ada tidak sama dengan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. Sebaliknya, ini seperti iman yang kecil dengan bau agamawi yang kuat. Iman yang sejati kepada Tuhan berarti mengalami perkataan dan pekerjaan Tuhan berdasarkan keyakinan bahwa Tuhan berdaulat atas segala hal. Jadi, engkau harus dibebaskan dari watak engkau yang rusak, memenuhi keinginan Tuhan, dan mengenal Tuhan. Hanya setelah melewati perjalanan ini engkau dapat dikatakan percaya kepada Tuhan. Namun, orang sering menganggap percaya kepada Tuhan sebagai hal yang sangat sederhana dan tidak penting. Keyakinan orang-orang seperti itu sia-sia dan tidak akan pernah mendapat perkenan Tuhan, karena mereka berada di jalan yang salah. Saat ini, masih ada orang yang percaya kepada Tuhan hanya secara teori, dengan ajaran-ajaran yang hampa. Mereka tidak sadar bahwa iman mereka kepada Tuhan tidak ada nilainya, mereka tidak bisa mendapat perkenan Tuhan, dan mereka masih berdoa meminta kedamaian dan anugerah yang cukup dari Tuhan. Kita harus berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: Mungkinkah percaya kepada Tuhan benar-benar bisa semudah itu? Apakah percaya kepada Tuhan semata-mata berarti menerima banyak anugerah dari Tuhan? Dapatkah orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi tidak mengenal-Nya, dan percaya kepada Tuhan, tetapi menentang-Nya, benar-benar memenuhi keinginan Tuhan?

8/30/2019

I. Kita Harus Menjadi Saksi untuk Aspek Kebenaran Mengenai Inkarnasi Tuhan 10. Mengapa hanya dengan mengalami dan mematuhi pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, kita dapat mengenal Tuhan?

I. Kita Harus Menjadi Saksi untuk Aspek Kebenaran Mengenai Inkarnasi Tuhan

10. Mengapa hanya dengan mengalami dan mematuhi pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, kita dapat mengenal Tuhan?
Ayat Alkitab untuk Referensi:
"Dan Firman itu menjadi manusia, dan tinggal di tengah-tengah kita, (dan kita melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan sebagai Putra Tunggal Bapa,) dipenuhi kasih karunia dan kebenaran" (Yohanes 1:14).
"Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku. Jika engkau telah mengenal Aku, engkau telah mengenal Bapa-Ku juga: dan dari sekarang engkau mengenal-Nya dan telah melihat-Nya" (Yohanes 14:6-7).
"Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku …" (Yohanes 14:10).
"Aku dan Bapaku adalah satu" (Yohanes 10:30).
Firman Tuhan yang Relevan:
Sebelum Tuhan menjadi daging, orang-orang tidak begitu paham akan apa yang Ia katakan karena pernyataan tersebut datang dari keilahian sepenuhnya. Sudut pandang maupun konteks dari perkataan-Nya tidak terlihat mata dan tidak mampu dicapai oleh umat manusia; perkataan-Nya dinyatakan dari alam roh yang tidak dapat dilihat manusia. Bagi orang-orang yang hidup dalam daging, mereka tidak bisa melewati alam roh. Akan tetapi setelah Tuhan menjadi daging, Ia berbicara kepada umat manusia dari sudut pandang manusia. Ia keluar dan melampaui lingkup alam roh. Dengan demikian Ia dapat mengungkapkan watak ilahi, kehendak, dan sikap-Nya, melalui hal-hal yang dapat dibayangkan manusia, dan melalui hal-hal yang dapat mereka lihat serta jumpai dalam kehidupan mereka; Ia menggunakan cara-cara yang dapat diterima manusia, lewat bahasa yang dapat mereka mengerti, dan pengetahuan yang dapat mereka pahami, semuanya demi membuat mereka mengerti dan mengenal Tuhan, demi membuat mereka memahami maksud-Nya dan standar yang dituntut-Nya dari mereka dalam lingkup kapasitas mereka, sesuai batas kemampuan mereka. Ini adalah metode dan prinsip pekerjaan Tuhan dalam wujud manusia. Meskipun cara-cara dan prinsip Tuhan ketika bekerja dalam daging sebagian besar dapat tercapai dengan atau melalui wujud manusia, cara-cara tersebut benar-benar mencapai hasil yang tidak dapat dicapai dengan bekerja secara langsung dalam keilahian. Pekerjaan Tuhan dalam wujud manusia bersifat lebih nyata, autentik, dan terarah. Metode yang Ia gunakan lebih fleksibel, dan dalam bentuk yang melampaui Zaman Hukum Taurat.
dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" dalam "Lanjutan dari Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Tuhan memasuki tahap pekerjaan baru di akhir zaman. Dia akan menyingkapkan lebih banyak lagi watak-Nya, tetapi bukan watak belas kasihan dan kasih sebagaimana pada zaman Yesus. Karena Dia mempunyai pekerjaan baru, maka pekerjaan baru ini akan disertai dengan watak baru. Jadi, seandainya pekerjaan ini dilakukan oleh Roh dan seandainya Tuhan tidak menjadi manusia, lalu Roh ini berbicara langsung melalui guntur sehingga tiada cara bagi manusia untuk berkomunikasi dengan-Nya, akankah manusia dapat mengetahui watak Tuhan? Seandainya Roh melakukan pekerjaan itu sendirian saja, tidak akan ada cara bagi manusia untuk mengetahui watak Tuhan. Orang hanya bisa melihat watak Tuhan dengan mata kepalanya sendiri kalau Dia menjadi manusia, kalau Firman itu menampakkan diri dalam daging dan Dia menyatakan seluruh watak-Nya melalui daging. Tuhan benar-benar dan sungguh-sungguh hidup di antara manusia. Dia nyata. Manusia dapat terlibat dengan watak-Nya, dengan apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya. Hanya dengan cara ini, manusia dapat benar-benar mengenal Dia.
dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Kedatangan Tuhan dalam daging terutama untuk memampukan manusia melihat perbuatan sejati Tuhan, untuk mewujudkan Roh yang tidak berbentuk ke dalam daging, dan memungkinkan manusia melihat dan menyentuh-Nya. Dengan demikian, mereka yang dilengkapi oleh-Nya akan menghidupi-Nya, mereka akan didapatkan oleh-Nya, dan berkenan di hati-Nya. Jika Tuhan hanya berbicara di surga, dan tidak benar-benar datang ke bumi, orang-orang tidak akan mampu mengenal Tuhan. Mereka hanya akan dapat memberitakan perbuatan Tuhan dengan teori kosong, dan tidak memiliki firman Tuhan sebagai kenyataan. Tuhan telah datang ke bumi terutama untuk bertindak sebagai teladan dan contoh bagi mereka yang akan didapatkan oleh Tuhan. Hanya dengan cara seperti inilah manusia dapat mengenal Tuhan, menyentuh Tuhan, dan melihat-Nya, dan barulah setelah itu mereka dapat sungguh-sungguh didapatkan oleh Tuhan.
dari "Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan Sendiri" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Dalam lingkup pekerjaan yang diselesaikan Tuhan Yesus pada Zaman Kasih Karunia, engkau dapat melihat aspek lain dari apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu. Ini diungkapkan melalui daging-Nya, dan melalui kemanusiaan-Nya menjadi mungkin bagi orang-orang untuk melihat dan menghargai aspek ini. Dalam diri Anak Manusia, orang-orang melihat bagaimana Tuhan dalam daging menghidupi kemanusiaan-Nya, dan mereka melihat keilahian Tuhan yang diungkapkan melalui daging. Dua jenis pengungkapan ini memungkinkan orang untuk melihat Tuhan yang sangat nyata, dan memungkinkan mereka untuk merumuskan sebuah konsep yang berbeda tentang Tuhan. Akan tetapi, pada periode waktu antara penciptaan dunia dan akhir Zaman Hukum Taurat, atau sebelum Zaman Kasih Karunia, apa yang terlihat, didengar, dan dialami oleh orang-orang hanyalah aspek keilahian Tuhan. Yakni apa yang diperbuat dan difirmankan Tuhan dalam alam tak berwujud, juga hal-hal yang Ia nyatakan dari pribadi-Nya yang nyata yang tidak bisa dilihat maupun disentuh. Seringkali, hal-hal ini membuat orang merasa bahwa Tuhan sangatlah besar, dan bahwa mereka tidak akan bisa mendekat kepada-Nya. Kesan yang biasanya diberikan Tuhan kepada manusia adalah bahwa Ia muncul dan menghilang, dan orang-orang bahkan merasakan bahwa setiap pemikiran dan gagasan-Nya begitu misterius dan sulit dipahami sehingga tidak ada cara untuk mencapai pemikiran dan gagasan-Nya, apalagi untuk memahami dan menghargai hal-hal tersebut. Bagi orang-orang, segala sesuatu mengenai Tuhan sangatlah jauh—sedemikian jauhnya sehingga tidak dapat dilihat, tidak dapat disentuh oleh mereka. Tuhan tampaknya berada di langit, dan Ia tampaknya tidak ada sama sekali. Jadi, bagi orang-orang, memahami hati dan pikiran Tuhan ataupun pemikiran-Nya adalah hal yang tak dapat diraih, dan tak mungkin tercapai. Walaupun Tuhan melakukan sejumlah pekerjaan konkret pada Zaman Hukum Taurat, dan Ia juga mengeluarkan sejumlah kata-kata khusus dan mengungkapkan sejumlah watak khusus agar orang-orang bisa menghargai dan melihat sejumlah pengenalan nyata akan Dia, namun pada akhirnya, itu merupakan pernyataan apa yang Ia punya dan siapa Ia dalam alam tak berwujud, dan apa yang dipahami orang-orang, yang mereka ketahui masihlah aspek keilahian dari apa yang Ia punya dan siapa Ia. Umat manusia tidak mampu memperoleh konsep konkret dari pengungkapan tentang apa yang Ia punya dan siapa Ia, dan kesan mereka akan Tuhan masih terpaku dalam lingkup "suatu Roh yang tidak bisa didekati, yang muncul dan menghilang." Karena Tuhan tidak menggunakan objek atau wujud yang spesifik pada alam materiel untuk muncul di hadapan orang-orang, mereka masih tidak bisa mendefinisikan-Nya dengan menggunakan bahasa manusia. Dalam hati dan pikiran orang-orang, mereka selalu ingin menggunakan bahasa mereka sendiri untuk mengadakan suatu standar untuk Tuhan, untuk membuat-Nya berwujud dan memanusiakan diri-Nya, seperti seberapa tinggi Ia, seberapa besar Ia, bagaimana penampilan-Nya, apa yang secara khusus Ia sukai dan bagaimana kepribadian-Nya secara khusus. Sebenarnya, dalam hati-Nya Tuhan mengetahui bahwa orang-orang berpikir demikian. Ia mengetahui dengan jelas apa yang mereka perlukan, dan tentu saja Ia juga tahu apa yang mesti Ia lakukan, maka Ia melakukan pekerjaan-Nya dengan cara yang berbeda pada Zaman Kasih Karunia. Cara ini adalah ilahi sekaligus manusiawi. Dalam jangka waktu bekerjanya Tuhan Yesus, orang-orang dapat melihat bahwa Tuhan memiliki berbagai ungkapan manusia. Sebagai contoh, Ia dapat menari, Ia mengunjungi acara pernikahan, Ia dapat bercakap dengan orang-orang, berbicara kepada mereka, dan membahas berbagai hal bersama mereka. Selain itu, Tuhan Yesus juga menyelesaikan banyak pekerjaan yang merepresentasikan keilahian-Nya, dan tentunya semua pekerjaan ini adalah pernyataan dan pengungkapan dari watak Tuhan. Selama waktu tersebut, ketika keilahian Tuhan dinyatakan dalam wujud manusia biasa yang dapat dilihat dan disentuh orang-orang, mereka tidak lagi merasa bahwa Ia adalah pribadi yang muncul dan menghilang, tidak lagi merasa bahwa mereka tidak bisa mendekat kepada-Nya. Sebaliknya, mereka dapat berusaha mengerti kehendak Tuhan atau memahami keilahian-Nya melalui setiap pergerakan, setiap firman, dan setiap pekerjaan dari sang Anak Manusia. Inkarnasi Anak Manusia mengungkapkan keilahian Tuhan melalui kemanusiaan-Nya dan menyampaikan kehendak Tuhan kepada umat manusia. Dan melalui pengungkapan kehendak dan watak Tuhan, Ia juga mengungkapkan kepada orang-orang wujud Tuhan yang tidak bisa dilihat atau disentuh di alam rohani. Apa yang orang-orang lihat adalah Tuhan itu sendiri, yang nyata dan memiliki daging dan tulang. Jadi, inkarnasi Anak manusia membuat hal-hal seperti identitas, status, gambar, dan watak Tuhan, dan apa yang Tuhan punya dan siapa Tuhan itu menjadi konkret dan dimanusiakan. Meskipun penampakan luar dari Anak Manusia memiliki batasan mengenai gambar diri Tuhan, hakikat-Nya dan apa yang Ia punya dan siapa Ia semuanya mampu merepresentasikan identitas dan status Tuhan itu sendiri—hanya ada sejumlah perbedaan dalam bentuk pengungkapan. Tidak peduli apakah itu sifat manusiawi dari Anak Manusia atau keilahian-Nya, kita tidak dapat menyangkal bahwa Ia merepresentasikan identitas dan status Tuhan sendiri. Akan tetapi, pada masa tersebut, Tuhan bekerja melalui daging, berbicara melalui perspektif daging, dan berdiri di hadapan umat manusia dengan identitas dan status Anak Manusia, dan ini memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk menemui dan mengalami firman dan pekerjaan Tuhan yang nyata di tengah manusia. Hal ini juga memberikan orang-orang wawasan terhadap keilahian dan kebesaran-Nya di tengah kerendahhatian, sekaligus memungkinkan mereka beroleh pemahaman dan definisi pendahuluan akan keautentikan dan kenyataan Tuhan. Meskipun pekerjaan yang diselesaikan Tuhan Yesus, cara Ia bekerja, dan sudut pandang di mana Ia berbicara berbeda dari pribadi nyata Tuhan dalam alam rohani, segala hal tentang-Nya benar-benar merepresentasikan Tuhan itu sendiri yang sebelumnya belum pernah dilihat manusia—hal ini tidak dapat dibantah! Dengan kata lain, tidak peduli dalam bentuk apa Tuhan menampakkan diri, tidak peduli dari sudut pandang mana Ia berbicara, atau dalam rupa apa Ia menatap manusia, Tuhan tidak merepresentasikan siapa pun selain diri-Nya sendiri. Ia tidak dapat merepresentasikan manusia mana pun—Ia tidak mungkin merepresentasikan seorang manusia rusak. Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, dan hal ini tidak dapat dibantah.
dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" dalam "Lanjutan dari Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
WujudTuhan, hakikat Tuhan, watak Tuhan—semuanya telah diberitahukan kepada umat manusia dalam firman-Nya. Ketika ia mengalami firman Tuhan, manusia dalam proses melaksanakannya akan mengerti tujuan di balik firman yang dinyatakan Tuhan, dan mengerti sumber dan latar belakang firman Tuhan, dan mengerti dan menghargai dampak yang dikehendaki dari firman Tuhan. Bagi umat manusia, inilah hal-hal yang harus dialami, dipahami, dan dimasuki manusia supaya bisa terhubung dengan kebenaran dan kehidupan, memahami maksud Tuhan, diubahkan wataknya, dan bisa tunduk kepada kedaulatan dan pengaturan Tuhan. Pada saat yang sama manusia mengalami, memahami, dan memasuki hal-hal tersebut, secara bertahap ia akan mendapatkan pemahaman akan Tuhan, dan pada saat itu ia juga akan mendapatkan pengenalan akan-Nya dalam tingkatan yang berbeda. Pengertian dan pengenalan ini tidak datang dari hal yang dibayangkan atau dibuat manusia, melainkan dari apa yang ia hargai, alami, rasakan, dan bangun dalam dirinya sendiri. Hanya ketika ia telah menghargai, mengalami, merasakan, dan membangun hal-hal tersebutlah pengenalan manusia tentang Tuhan menjadi memiliki bobot, hanya pengetahuan yang ia dapatkan pada saat inilah yang aktual, nyata, dan akurat, dan proses ini—mendapatkan pengertian dan pemahaman sejati akan Tuhan melalui penghargaan, pengalaman, perasaan, dan pembangunan firman-Nya—tidak lain merupakan persekutuan sejati antara manusia dan Tuhan. Di tengah persekutuan seperti ini, manusia sungguh-sungguh mengerti dan paham niat Tuhan, sungguh-sungguh mengerti dan mengetahui kepunyaan dan keberadaan Tuhan, benar-benar mengerti dan mengetahui hakikat Tuhan, perlahan-lahan mengerti dan mengetahui watak Tuhan, mencapai kepastian yang nyata, dan definisi yang benar akan fakta mengenai kekuasaan Tuhan di atas segala ciptaan, dasar yang benar dan pengenalan akan jati diri dan kedudukan Tuhan.
dari "Prakata, Lanjutan dari Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Engkau sekalian harus mengenal pekerjaan Tuhan. Baru setelah mengikuti Yesus, Petrus secara bertahap semakin banyak mengenal pekerjaan yang dilakukan Roh di dalam Yesus. Dia berkata, "Mengandalkan pengalaman manusia tidaklah cukup untuk mencapai pengenalan yang lengkap akan Tuhan; diperlukan banyak hal baru yang berasal dari pekerjaan Tuhan untuk membantu kita mengenal Tuhan. “Pada mulanya, Petrus percaya bahwa Yesus diutus oleh Tuhan, seperti halnya seorang rasul, dan dia tidak melihat Yesus sebagai Kristus. Sementara Petrus dipanggil untuk mengikut[a] Yesus, Yesus bertanya kepadanya, "Simon, anak Yunus, maukah engkau mengikut Aku?" Petrus berkata, "Aku harus mengikuti Dia yang diutus oleh Bapa-Ku yang di surga. Aku harus mengakui ia yang dipilih oleh Roh Kudus. Aku akan mengikuti Engkau." Dari kata-katanya, dapat diketahui bahwa Petrus sama sekali tidak memiliki pengenalan akan Yesus; dia telah mengalami firman Tuhan, telah mengalaminya sendiri, dan telah menderita kesusahan bagi Tuhan, namun dia tidak mengenal pekerjaan Tuhan. Setelah memiliki pengalaman, di dalam Yesus, Petrus banyak melihat perbuatan Tuhan, keindahan Tuhan, dan wujud Tuhan di dalam Yesus. Dia juga melihat bahwa kata-kata Yesus tidak mungkin diucapkan oleh manusia, dan bahwa pekerjaan yang Yesus lakukan tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Selanjutnya, dalam firman dan tindakan Yesus, Petrus melihat banyak hikmat Tuhan dan pekerjaan ilahi. Selama pengalamannya, dia tidak hanya dapat mengenal dirinya sendiri, tapi juga berfokus untuk mengamati tindakan-tindakan Yesus. Dari situ dia menemukan banyak hal baru; yaitu, bahwa ada banyak pengungkapan dari Tuhan yang praktis dalam pekerjaan yang Tuhan lakukan melalui Yesus, dan bahwa kata-kata, tindakan, cara Yesus menggembalakan gereja-gereja dan pekerjaan yang dilakukan-Nya berbeda dari yang dilakukan manusia biasa manapun. Jadi, dari Yesus dia belajar banyak tentang pelajaran yang seharusnya dia pelajari, dan saat Yesus dipaku ke kayu salib, dia mendapatkan sebagian pengenalan akan Yesus—pengenalan yang menjadi dasar kesetiaan seumur hidupnya kepada Yesus, dan penyaliban terbaliknya demi Yesus.
dari "Hanya Mereka yang Mengenal Tuhan Yang Bisa Menjadi Kesaksian bagi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Ketika menerima panggilan Yesus, Petrus mengikut-Nya.
Selama mengikuti Yesus, Petrus memiliki banyak pendapat mengenai-Nya dan selalu menghakimi-Nya dari sudut pandangnya sendiri. Walaupun memiliki tingkat pemahaman tertentu mengenai Roh, Petrus belum sepenuhnya tercerahkan. Oleh karena itu, Petrus berkata: "Aku harus mengikuti dia yang diutus Bapa di surga. Aku harus mengakui dia yang dipilih oleh Roh Kudus." Petrus tidak memahami hal-hal yang dilakukan Yesus dan tidak pula menerima pencerahan. Setelah mengikuti-Nya selama beberapa waktu, Petrus mulai tertarik pada apa yang dilakukan dan dikatakan-Nya, dan kepada Yesus itu sendiri. Petrus mulai merasa bahwa Yesus membangkitkan kasih sayang dan rasa hormat. Petrus senang bergaul dengan-Nya, tinggal di dekat-Nya, dan mendengarkan perkataan Yesus yang memberikan bekal serta pertolongan. Selama mengikut Yesus, Petrus mengamati dan memperhatikan segala hal mengenai kehidupan-Nya: tindakan, perkataan, gerakan, dan ucapan-Nya. Petrus mendapatkan pemahaman mendalam bahwa Yesus tidak seperti manusia biasa. Walaupun penampilan-Nya sebagai manusia sangat biasa, Ia penuh kasih, belas kasihan, dan toleransi untuk manusia. Segala sesuatu yang dilakukan atau dikatakan-Nya sangat membantu orang lain, dan di sisi-Nya, Petrus melihat dan mempelajari hal-hal yang belum pernah dilihat atau dimilikinya sebelumnya. Petrus melihat bahwa walaupun Yesus tidak tinggi besar perawakannya dan tidak memiliki kemanusiaan yang tidak biasa, Ia memiliki aura yang sungguh luar biasa dan istimewa. Walaupun tidak mampu menjelaskan sepenuhnya, Petrus dapat melihat bahwa tindakan Yesus berbeda dengan orang lain, karena Ia melakukan hal-hal yang jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh manusia biasa. Sejak bergaul dengan Yesus, Petrus juga menyadari bahwa karakter-Nya berbeda dengan manusia biasa. Ia selalu bertindak dengan mantap dan tidak pernah tergesa-gesa, tidak pernah melebih-lebihkan atau meremehkan suatu perkara, dan menjalani hidup-Nya dengan sewajarnya sekaligus mengagumkan. Dalam bertutur kata, Yesus elegan dan elok, terbuka dan riang, tetapi tenang, dan tidak pernah kehilangan martabat-Nya dalam melaksanakan pekerjaan-Nya. Petrus melihat bahwa Yesus terkadang pendiam, tetapi pada waktu lain berbicara tak henti-hentinya. Terkadang, Ia begitu bahagia sehingga terlihat begitu hidup dan tangkas seperti burung merpati, tetapi terkadang begitu sedih sehingga sama sekali tidak berbicara, seolah-olah Ia seorang ibu yang kelelahan. Adakalanya Ia dipenuhi kemarahan, seperti seorang prajurit pemberani yang menerjang maju untuk membunuh musuh-musuhnya, dan terkadang bahkan bagaikan seekor singa yang mengaum. Terkadang Ia tertawa, di lain waktu Ia berdoa dan menangis. Bagaimanapun tindakan Yesus, Petrus semakin bertumbuh dalam kasihnya yang tak terbatas dan rasa hormatnya kepada Dia. Tawa Yesus memenuhinya dengan kebahagiaan, kesedihan-Nya memerosokkannya ke dalam duka, dan kemarahan-Nya membuatnya takut, sementara belas kasihan, pengampunan, dan ketegasan-Nya membuat Petrus sungguh-sungguh mengasihi Yesus, menumbuhkan rasa hormat dan kerinduan yang sejati kepada-Nya. Tentu saja, Petrus secara bertahap menyadari semua ini setelah beberapa tahun tinggal bersama Yesus.
dari "Cara Petrus Mengenal Yesus" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Keindahan Tuhan dinyatakan dalam pekerjaan-Nya: hanya ketika manusia mengalami pekerjaan-Nya, mereka dapat menemukan keindahan-Nya. Hanya dalam pengalaman mereka yang nyata, mereka dapat menghargai keindahan Tuhan, dan tanpa mengamatinya dalam kehidupan nyata, tak seorang pun dapat menemukan keindahan-Nya. Begitu banyak hal yang patut dikasihi tentang Tuhan, tetapi tanpa benar-benar terlibat dengan-Nya, manusia tidak mampu menemukannya. Artinya, jika Tuhan tidak menjadi daging, manusia tidak akan mampu benar-benar terlibat dengan-Nya, dan jika mereka tidak dapat betul-betul terlibat dengan-Nya, mereka juga tidak akan dapat mengalami pekerjaan-Nya—dan begitu pula kasih mereka terhadap Tuhan akan tercemar oleh banyak dusta dan imajinasi. Kasih akan Tuhan di surga tidak senyata seperti kasih akan Tuhan di bumi, karena pengetahuan manusia tentang Tuhan di surga dibangun atas imajinasi mereka, bukan pada apa yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka sendiri, dan hal yang telah mereka alami secara pribadi. Ketika Tuhan datang ke bumi, orang-orang dapat menyaksikan perbuatan-Nya yang sesungguhnya dan keindahan-Nya. Mereka dapat memandang segala sesuatu dari watak-Nya yang praktis dan normal, yang semuanya ribuan kali lebih nyata daripada pengetahuan tentang Tuhan di surga. Terlepas dari berapa besar orang mengasihi Tuhan yang di surga, tidak ada yang nyata tentang kasih ini, dan ini penuh dengan ide manusia. Betapa pun kecilnya kasih mereka kepada Tuhan yang di bumi, kasih ini nyata; bahkan jika hanya ada sedikit saja, tetap saja nyata. Tuhan menyebabkan manusia mengenal Dia melalui pekerjaan nyata, dan melalui pengetahuan inilah Dia mendapatkan kasih mereka. Seperti Petrus: Jika dia tidak hidup bersama Yesus, mustahil baginya untuk memuja Dia. Demikian juga, kesetiaannya terhadap Yesus dibangun atas keterlibatannya dengan Yesus. Untuk membuat manusia mengasihi Dia, Tuhan telah datang di antara manusia dan hidup bersama dengan manusia, dan semua yang Dia jadikan agar manusia melihat dan mengalaminya adalah kenyataan Tuhan.
dari "Mereka yang Mengasihi Tuhan akan Selamanya Hidup dalam Terang-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Bagi mereka yang hidup dalam daging, mengubah watak mereka butuh tujuan untuk diraih, dan mengenal Tuhan butuh menyaksikan perbuatan dan wajah nyata Tuhan. Keduanya hanya dapat dicapai oleh Tuhan yang berinkarnasi dalam daging, dan keduanya hanya dapat diraih oleh daging yang normal dan nyata. Ini sebabnya mengapa inkarnasi penting, dan dibutuhkan oleh manusia yang rusak. Karena manusia ingin mengenal Tuhan, citra tuhan yang samar dan supranatural harus dihapuskan dari hati mereka, karena manusia ingin membuang watak rusaknya, mereka harus lebih dulu mengenali watak rusak mereka. Apabila manusia berupaya untuk menghilangkan citra tuhan yang samar dari hatinya, maka ia akan gagal memperoleh hasilnya. Citra tuhan yang samar di hati manusia tidak dapat dicabut, dibuang, atau benar-benar dihapus oleh firman saja. Dengan begitu, akhirnya tidaklah mungkin melenyapkan hal-hal yang telah sangat berakar dari diri manusia. Hanya Tuhan yang praktis dan citra sejati Tuhan yang dapat menggantikan hal-hal yang samar dan supranatural tersebut, sehingga manusia dapat perlahan-lahan mengetahuinya, dan hanya dengan cara ini hasil yang diinginkan dapat dicapai. Manusia menyadari bahwa Tuhan yang ia cari di masa lalu tidaklah jelas dan supranatural. Kesadaran ini dapat diraih bukan karena kepemimpinan langsung Roh, apalagi pengajaran individu tertentu, melainkan buah dari Tuhan yang berinkarnasi. Pemahaman manusia seperti tak ada apa-apanya saat Tuhan yang berinkarnasi secara resmi melaksanakan pekerjaan-Nya, karena kenormalan dan realitas Tuhan yang berinkarnasi adalah antithesis dari imajinasi manusia akan Tuhan yang samar dan supranatural. Pemahaman manusia yang semula hanya dapat disingkapkan melalui perbandingan kontras terhadap Tuhan yang berinkarnasi. Tanpa perbandingan dengan Tuhan yang berinkarnasi, pemahaman manusia tak dapat disingkapkan; dengan kata lain, tanpa perbandingan dengan kenyataan, hal-hal samar tidak akan dapat diungkapkan. Tak ada yang mampu menggunakan kata-kata untuk melakukan pekerjaan ini, dan tak ada seorang pun yang mampu mengartikan pekerjaan ini dengan menggunakan kata-kata. Hanya Tuhan sendirilah yang dapat melakukan pekerjaan-Nya sendiri, dan tak ada yang lain yang dapat melakukan pekerjaan atas nama-Nya. Tak peduli betapa kayanya bahasa manusia, ia tak mampu mengartikan realitas dan kenormalan Tuhan. Manusia hanya dapat mengenal Tuhan secara lebih nyata, dan hanya dapat melihat Dia dengan lebih jelas, bila Tuhan secara pribadi bekerja di antara manusia dan benar-benar menunjukkan rupa dan keberadaan-Nya. Hal ini tak dapat dicapai oleh manusia mana pun. Tentu saja, Roh Tuhan juga tak mampu mencapai hal ini. … Oleh karena itu, manusia yang cemar lebih membutuhkan keselamatan dari Tuhan yang berinkarnasi, dan lebih butuh pekerjaan langsung dari Tuhan yang berinkarnasi. Umat manusia membutuhkan Tuhan yang berinkarnasi untuk menggembalakan, mendukung, melepaskan dahaga, memberi makan, menghakimi dan menghajarnya, manusia juga butuh lebih banyak kasih karunia dan penebusan yang lebih besar dari Tuhan yang berinkarnasi. Hanya Tuhan dalam daging yang bisa menjadi kepercayaan manusia, gembala manusia, pertolongan nyata saat dibutuhkan, dan inilah pentingnya inkarnasi saat ini dan di masa lalu.
dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Imajinasi manusia, kosong, dan tidak dapat menggantikan wajah sejati Tuhan; watak inheren Tuhan dan pekerjaan Tuhan sendiri tidak dapat ditiru manusia. Tuhan yang tak kasat mata di surga dan pekerjaan-Nya hanya dapat dibawa ke bumi oleh Tuhan yang berinkarnasi, yang secara pribadi melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Ini adalah cara paling ideal di mana Tuhan menampakkan diri pada manusia, di mana manusia melihat Tuhan dan mengenal wajah sejati-Nya, dan itu tak dapat dicapai oleh Tuhan yang tak berinkarnasi.
dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Saat ini engkau dapat menyembah pribadi ini, tetapi sebenarnya engkau menyembah Roh. Hal inilah yang setidaknya harus dicapai dalam pengetahuan manusia mengenai Tuhan yang berinkarnasi: mengenal hakikat Roh melalui daging, mengenal pekerjaan ilahi Roh di dalam daging dan pekerjaan manusia dalam daging, menerima semua perkataan dan ucapan Roh dalam daging, dan melihat cara Roh Tuhan mengarahkan daging dan menunjukkan kuasa-Nya dalam daging. Dengan demikian, manusia mengenal Roh di surga melalui daging. Penampakan Tuhan yang praktis di antara manusia telah menghilangkan Tuhan yang samar di dalam pikiran manusia; penyembahan manusia kepada Tuhan yang praktis sendiri telah meningkatkan ketaatan mereka kepada Tuhan, dan melalui pekerjaan ilahi Roh Tuhan di dalam daging, dan pekerjaan kemanusiaan di dalam daging, manusia menerima wahyu dan penggembalaan, dan perubahan watak hidupnya pun tercapai. Hanya inilah makna sejati kedatangan Roh di dalam daging, dan hal itu dilakukan terutama agar manusia dapat terlibat dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan mendapatkan pengetahuan tentang Tuhan.
dari "Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan Sendiri" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Hal terbaik tentang pekerjaan-Nya dalam daging adalah bahwa Dia dapat menyampaikan firman dan nasihat yang akurat, dan kehendak-Nya yang akurat bagi manusia yang mengikuti-Nya, sehingga kemudian pengikut-Nya dapat lebih akurat dan lebih konkret lagi melanjutkan pekerjaan-Nya dalam daging dan kehendak-Nya bagi seluruh umat manusia yang menerima jalan ini. Hanya pekerjaan Tuhan dalam daging di antara manusia yang sungguh mencapai kenyataan keberdaan Tuhan dan tinggal bersama manusia. Hanya pekerjaan inilah yang memenuhi keinginan manusia untuk melihat wajah Tuhan, menyaksikan pekerjaan Tuhan, dan mendengar langsung firman Tuhan. Tuhan yang berinkarnasi mengakhiri zaman hanya saat Yahweh menampakkan diri kembali kepada umat manusia, juga mengakhiri zaman kepercayaan manusia kepada Tuhan yang samar. Secara khusus, pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi terakhir kali membawa seluruh umat manusia ke zaman yang lebih realistis, lebih nyata, dan lebih menyenangkan. Dia tidak hanya mengakhiri zaman hukum taurat dan doktrin; lebih penting lagi, Dia menyingkapkan kepada umat manusia Tuhan yang nyata dan seutuhnya, yang benar dan kudus, yang membuka seluruh rencana pengelolaan-Nya dan menunjukkan misteri dan tujuan umat manusia, yang menciptakan umat manusia dan mengakhiri pekerjaan pengelolaan, dan yang tetap tersembunyi ribuan tahun lamanya. Dia benar-benar mengakhiri masa ketidakjelasan, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia ingin mencari wajah Tuhan tetapi tidak mampu, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia melayani iblis, dan memimpin seluruh umat manusia menuju era yang benar-benar baru. Semua ini adalah hasil pekerjaan Tuhan dalam daging, bukan Roh Tuhan.
dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Sekarang ini, Tuhan yang berinkarnasi ingin meraih sekelompok orang yang sesuai dengan kehendak-Nya. Orang hanya perlu menaati pekerjaan-Nya, tidak terus-terusan memikirkan diri sendiri dengan ide tentang Tuhan di surga, hidup dalam ketidakjelasan, atau mempersulit keadaan bagi Tuhan dalam rupa manusia. Mereka yang mampu menaati-Nya adalah mereka yang benar-benar mendengarkan firman-Nya dan menaati rancangan-Nya. Orang-orang ini tidak peduli sama sekali tentang seperti apakah Tuhan di surga itu sebenarnya, atau seperti apakah pekerjaan yang dilakukan Tuhan di surga saat ini dalam diri umat manusia. Sebaliknya, mereka sepenuhnya memberi hati mereka kepada Tuhan di bumi dan menempatkan seluruh keberadaanya di hadirat-Nya. Mereka tidak pernah mempertimbangkan keselamatan mereka sendiri, dan mereka tidak pernah mempersoalkan kenormalan dan kepraktisan Tuhan dalam rupa manusia. Mereka yang taat kepada Tuhan dalam rupa manusia dapat disempurnakan oleh-Nya. Mereka yang mengimani Tuhan di surga tidak akan memperoleh apa-apa. Alasannya bukan karena Tuhan di surga, melainkan Tuhan di bumi-lah yang memberikan janji dan melimpahkan berkat kepada manusia. Orang tidak seharusnya selalu mengagungkan Tuhan di surga dan melihat Tuhan di bumi sebagai orang biasa. Ini tidak adil. Tuhan di surga itu agung dan luar biasa dengan hikmat yang luar biasa, tetapi ini tidak ada sama sekali. Tuhan di bumi sangat rata-rata dan tidak signifikan; Ia pun sangat biasa. Ia tidak memiliki pikiran yang luar biasa atau tindakan yang menghancurkan bumi. Ia hanya bekerja dan berbicara dengan cara yang sangat biasa dan praktis. Kendati Ia tidak berbicara melalui guntur atau mendatangkan angin dan hujan, Ia sungguh merupakan inkarnasi Tuhan di surga, dan Ia sungguh merupakan Tuhan yang hidup di antara manusia. Orang tidak boleh membesar-besarkan pribadi yang dapat dipahaminya dan yang sesuai dengan imajinasinya sendiri sebagai Tuhan, atau melihat pribadi Yang tidak dapat diterimanya dan tidak dapat dibayangkannya sama sekali sebagai hina. Semua ini merupakan pemberontakan manusia; merupakan segala sumber dari perlawanan manusia terhadap Tuhan.
dari "Orang yang Bisa Taat Sepenuhnya Kepada Kepraktisan Tuhan Adalah Mereka yang Sungguh-Sungguh Mengasihi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

9/21/2019

Kehidupan Rohani - Asal Usul Kemakmuran Kilat dari Timur

Kehidupan Rohani - Asal Usul Kemakmuran Kilat dari Timur


Nama Kilat dari Timur membuat banyak saudara dan saudari dalam Tuhan bingung: Mengapa saat seluruh komunitas keagamaan yang semakin lama semakin ditinggalkan dan bobrok, saat setiap denominasi menjadi semakin tertutup dan konservatif dalam mengutuk dan mengasingkan Kilat dari Timur, Sang Kilat dari Timur itu tidak ditinggalkan ataupun surut, tetapi justru bergelora bagaikan gelombang yang mendebur tak terhentikan, menyapu seluruh daratan Tiongkok, dan bahkan sekarang telah meluas hingga melampaui perbatasan Tiongkok ke negara-negara dan wilayah asing, dan diterima oleh semakin banyak orang di seluruh dunia? Saat dihadapkan dengan fakta ini, umat beragama benar-benar kebingungan, padahal alasannya cukup sederhana: Apa yang disebut sebagai Kilat dari Timur oleh berbagai denominasi adalah Yesus Sang Juruselamat yang telah kembali di akhir zaman, yang turun dari surga di atas “awan putih”; yaitu Tuhan yang nyata itu sendiri, yang telah kembali menjadi daging! Karena inilah, meskipun setiap denominasi di seluruh dunia menentang, menyerang atau mengutuk Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman atau pekerjaan-Nya, tidak pernah ada orang atau kekuatan apa pun yang dapat menghalangi atau menindas apa yang ingin Ia capai. Otoritas dan kuasa Tuhan serta kemahakuasaan dan hikmat-Nya tak tertandingi oleh kekuatan Iblis mana pun.
Banyak orang percaya bahwa apa pun yang dikutuk oleh para pemimpin keagamaan dan partai yang berkuasa tidak mungkin merupakan jalan yang benar, tetapi apakah sudut pandang ini sesuai dengan kebenaran? Ingatlah di Zaman Kasih Karunia ketika Tuhan berinkarnasi sebagai Tuhan Yesus untuk memulai pekerjaan-Nya yang baru di Yudea. Dari awal hingga akhir Ia dikutuk, ditentang dan dianiaya oleh para imam kepala Yahudi, ahli Taurat, dan orang Farisi. Mereka menghakimi Tuhan Yesus karena Ia adalah anak seorang tukang kayu, mereka mencoba menemukan segala jenis tuduhan terhadap Dia, dan mengumbar fitnah bahwa Ia mengusir roh-roh jahat dengan bantuan penghulu setan. Mereka melakukan segala upaya agar Tuhan Yesus dihukum mati. Pada akhirnya, mereka bersekongkol dengan kekaisaran Romawi agar Tuhan Yesus ditangkap, dan mereka memakukan Tuhan Yesus yang penuh belas kasih itu ke kayu salib. Bahkan setelah Tuhan Yesus bangkit dan naik ke surga, mereka tetap menciptakan segala macam rumor, serta menjebak dan memfitnah Yohanes, Paulus, dan murid-murid serta rasul lainnya, menyebut mereka “sekte orang-orang Nazaret”, “bidah” dan “pemuja sesat.” Mereka melakukan segala upaya untuk memburu dan menganiaya murid-murid Tuhan Yesus. Tetapi hikmat Tuhan selalu memanfaatkan dan dibangun di atas tipu daya si Iblis; bagaimana mungkin pekerjaan-Nya dihalangi atau dihancurkan oleh Iblis? Tuhan menggunakan penganiayaan dan pengusiran sewenang-wenang oleh penganut agama Yahudi dan Kekaisaran Romawi untuk memaksa para murid melarikan diri ke berbagai negara, dan dengan demikian mereka menyebarluaskan kabar keselamatan Tuhan Yesus ke tempat-tempat yang jauh, hingga ke ujung bumi. Saudara dan saudari sekalian, mari kita pertimbangkan hal ini: Para pemimpin Yahudi dan pemerintah Romawi dengan semena-mena menentang dan mengutuk Tuhan Yesus dan pekerjaan-Nya. Mungkinkah itu karena Tuhan Yesus bukanlah Tuhan yang sebenarnya? Mungkinkah itu karena Tuhan Yesus tidak membawa jalan yang benar? Mungkinkah karena apa yang disebarkan oleh para murid dan rasul Tuhan Yesus bukanlah keselamatan dari Tuhan? Mungkinkah karena apa yang diabaikan dan ditentang oleh para pemimpin keagamaan dan pemerintah Romawi bukanlah jalan Tuhan? Mungkinkah jalan yang benar ditentukan oleh para pemimpin keagamaan dan penguasa politik? Kita semua tahu bahwa jika ini adalah pekerjaan Tuhan, bahkan jika komunitas keagamaan dan seluruh dunia menentang dan mengutuknya, pekerjaan Tuhan tidak dapat disangkal; tanpa terkecuali. Tuhan Yesus berkata: “Dan inilah penghukuman itu, bahwa terang telah datang ke dalam dunia, namun manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, karena perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab setiap orang yang melakukan kejahatan membenci terang, dan membenci mereka juga yang datang kepada terang, karena dengan demikian semua perbuatannya tidak usah ditegur” (Yohanes 3:19-20). “Jika dunia membenci engkau, ketahuilah bahwa ia sudah membenci Aku lebih dahulu sebelum ia membenci engkau” (Yohanes 15:18). “Ini adalah angkatan yang jahat” (Lukas 11:29). Dalam 1 Yoh 5:19 dikatakan: “Seluruh dunia ada dalam kejahatan.” Setelah umat manusia dirusak oleh Iblis, ia jatuh ke titik di mana ia memandang hina dan membenci kebenaran, dan menjadi musuh Tuhan. Seluruh dunia sepenuhnya dikendalikan oleh Iblis, dan seluruh komunitas keagamaan telah lama dikendalikan oleh orang-orang Farisi yang munafik dan oleh para antikristus. Semuanya diperintah oleh Iblis. Oleh karena itu, saat Tuhan yang berinkarnasi muncul untuk melakukan pekerjaan-Nya, para pemimpin keagamaan dan kuasa-kuasa Iblis sudah pasti akan bangkit untuk mengutuk dan menentang Tuhan serta pekerjaan-Nya. Sudah jelas salah dan konyol jika kita mengevaluasi kebenaran berdasarkan apakah para pemimpin keagamaan atau rezim Iblis mengutuk kebenaran tersebut!
Sekarang, di akhir zaman ini, Tuhan telah sekali lagi menjadi daging di Tiongkok─benteng ateisme yang kokoh, sarang si naga merah yang sangat besar itu sendiri─untuk melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya yang dimulai dari rumah-Nya. Tuhan menyatakan kebenaran untuk menghakimi dan membersihkan umat manusia, dengan tujuan menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh gelap Iblis, dan pada akhirnya mereka yang diselamatkan akan dibawa masuk oleh-Nya ke dalam kerajaan Tuhan dan memasuki tempat perhentian bersama dengan Tuhan. Akan tetapi, tragedi bersejarah perlawanan bangsa Yahudi terhadap Tuhan Yesus terulang kembali. Saat Tuhan melakukan pekerjaan-Nya yang baru di akhir zaman, yang menentang gagasan orang-orang dari berbagai denominasi, mereka tidak menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali. Mereka justru menyebarkan segala jenis bidah dan kebohongan. Mereka menyerang dan memfitnah Tuhan yang berinkarnasi, mengutuk pekerjaan-Nya sebagai “ajaran sesat yang jahat” atau “bidah.” Mereka bahkan sampai bersekongkol dengan pemerintah komunis Tiongkok untuk menganiaya dan menahan mereka yang menyebarkan injil Tuhan di akhir zaman. Perbuatan mereka tidak ada bedanya dengan perbuatan komunitas keagamaan Yahudi yang dulu menjebak dan menganiaya Tuhan Yesus. Fakta ini telah benar-benar menggenapi nubuat Tuhan Yesus: “Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini” (Lukas 17:24-25). Tuhan telah berinkarnasi dua kali di tengah-tengah manusia untuk berfirman dan bekerja, untuk menebus umat manusia dan menyelamatkan umat manusia, dan pada kedua saat tersebut Ia telah menderita kutukan, hujatan dan perlawanan dari para pemimpin keagamaan dan rezim yang berkuasa; fakta ini saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa jalan yang benar telah dianiaya sejak dahulu kala. Semakin benar jalan tersebut dan semakin jelas bahwa itu merupakan penampakan dan pekerjaan Tuhan, semakin jalan tersebut ditentang dan dikutuk oleh para pemimpin keagamaan dan rezim Iblis. Mereka yang pandai dapat melihat berdasarkan penganiayaan dan kutukan jahat terhadap Tuhan Yang Mahakuasa dan pekerjaan-Nya di akhir zaman oleh para pendeta dan penatua di dunia keagamaan dan pemerintah PKT, apakah jalan tersebut jalan yang benar atau tidak, dan dengan demikian membuat pilihan yang bijaksana.
Jadi, karena Kilat dari Timur adalah jalan yang benar, mengapa para pemimpin keagamaan begitu menentangnya? Ada dua alasan utama: 1.) Orang-orang tidak memahami arah pekerjaan Roh Kudus dan mereka tidak memahami frasa, “pekerjaan Tuhan selalu bergerak maju.” Mereka semata-mata mengukur pekerjaan Tuhan yang baru berdasarkan pengetahuan mereka tentang Alkitab dan gagasan keagamaan serta apa yang Tuhan lakukan di masa lalu. Jika mereka tidak setuju dengan apa yang mereka lihat, maka mereka akan menganggap pekerjaan Tuhan yang baru itu “bidah” atau “ajaran sesat.” 2.) Karena natur umat manusia yang serupa Iblis adalah memandang rendah dan membenci kebenaran. Para pemimpin keagamaan ini takut dikucilkan dan ditolak setelah jemaat mereka membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, memahami kebenaran, dan kembali kepada Tuhan Yang Mahakuasa, jadi demi memastikan bahwa mereka terus mengendalikan dunia keagamaan serta untuk melindungi status dan mata pencaharian mereka sendiri, mereka dengan buas mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa. Oleh karena itu, alasan mengapa semua pekerjaan-Nya yang baru ditentang oleh manusia bukanlah karena adanya kesalahan pada pekerjaan Tuhan yang baru, juga bukan karena adanya kesalahan pada jalan-Nya, melainkan karena orang-orang tidak memahami pekerjaan Tuhan dan karena mereka memandang rendah dan membenci kebenaran. Tidak masuk akal dan konyol jika orang-orang menilai jalan ini sebagai jalan yang tidak benar hanya karena para pemimpin keagamaan menentang dan meninggalkan pekerjaan Tuhan yang baru. Orang akan mengalami kerugian selama-lamanya jika mereka kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman karena kesalahan fatal yang tidak dapat diperbaiki dan tidak diragukan ini.
Jadi bagaimana sebenarnya kita bisa membedakan jalan yang benar dari yang salah? Firman Tuhan memberi kita prinsip-prinsip yang dapat digunakan untuk membedakannya. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: “Mengenal pekerjaan Tuhan bukanlah hal yang mudah: engkau harus memiliki standar dan tujuan dalam pencarianmu, engkau harus mengetahui cara untuk mencari jalan yang benar, dan bagaimana menilai apakah itu adalah jalan yang benar atau tidak, dan apakah itu adalah pekerjaan Tuhan atau bukan. Apakah prinsip yang paling mendasar dalam mencari jalan yang benar? Engkau harus melihat apakah ada pekerjaan Roh Kudus dalam hal ini atau tidak, apakah perkataan itu adalah ungkapan kebenaran atau bukan, untuk siapa kesaksian itu diberikan, dan apa manfaatnya bagimu. Membedakan antara jalan yang benar dan jalan yang salah memerlukan beberapa aspek pengetahuan dasar, dan yang paling fundamental adalah mengetahui apakah ada pekerjaan Roh Kudus atau tidak. Karena substansi dari iman manusia kepada Tuhan adalah iman kepada Roh Tuhan, dan bahkan imannya kepada Tuhan yang berinkarnasi adalah karena daging ini merupakan perwujudan dari Roh Tuhan, yang berarti bahwa iman tersebut tetap merupakan iman terhadap Roh. Ada perbedaan antara Roh dan daging, tetapi karena daging ini berasal dari Roh, dan merupakan Firman yang menjadi manusia, maka apa yang manusia percayai itu tetaplah merupakan substansi yang melekat pada Tuhan. Jadi, dalam membedakan apakah itu adalah jalan yang benar atau tidak, yang terpenting adalah engkau harus melihat apakah ada pekerjaan Roh Kudus atau tidak, setelah itu engkau harus melihat apakah ada kebenaran dalam jalan ini atau tidak. Kebenaran ini adalah watak hidup dari kemanusiaan yang normal, yakni, apa yang dikehendaki Tuhan dari manusia ketika Tuhan menciptakannya pada mulanya, yaitu, semua kemanusiaan yang normal (termasuk akal budi manusia, wawasan, hikmat, dan pengetahuan dasar tentang menjadi manusia). Artinya, engkau perlu melihat apakah jalan ini dapat membawa manusia ke dalam kehidupan kemanusiaan yang normal, terlepas dari apakah kebenaran yang dibicarakan itu diperlukan berdasarkan realitas kemanusiaan yang normal, apakah kebenaran itu praktis dan nyata, dan apakah itu terjadi pada waktu yang tepat. Jika ada kebenaran, maka kebenaran itu akan mampu membawa manusia ke dalam pengalaman yang normal dan nyata; selanjutnya manusia akan menjadi semakin normal, akal budi manusia akan menjadi semakin sempurna, kehidupan manusia dalam daging dan kehidupan spiritual manusia akan menjadi semakin tertata, dan emosi manusia akan menjadi semakin normal. Ini adalah prinsip yang kedua. Ada satu prinsip lainnya lagi, yaitu apakah seseorang memiliki pengetahuan yang bertambah tentang Tuhan, terlepas dari apakah mengalami pekerjaan dan kebenaran semacam itu dapat mengobarkan kasih kepada Tuhan di dalam dirinya, dan membuatnya semakin dekat kepada Tuhan. Dengan cara ini kita dapat menilai apakah ini adalah jalan yang benar atau tidak. Yang paling mendasar adalah apakah jalan ini realistis dan bukan supranatural, dan apakah jalan ini mampu memberikan kehidupan kepada manusia atau tidak. Jika sesuai dengan prinsip-prinsip ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa jalan ini adalah jalan yang benar” (“Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Tuhan” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”). Ada tiga hal utama dari firman Tuhan Yang Mahakuasa yang harus kita sadari untuk membedakan apakah suatu jalan adalah jalan yang benar:
Pertama-tama, kita harus melihat apakah jalan tersebut mengandung pekerjaan Roh Kudus, yang merupakan poin yang sangat penting. Jika jalan itu adalah jalan yang benar, maka jalan itu adalah pekerjaan Tuhan itu sendiri, yang berarti bahwa jalan tersebut harus mengandung pekerjaan Roh Kudus. Alasan orang-orang percaya kepada Tuhan yang berinkarnasi adalah karena daging ini adalah perwujudan dari Roh Tuhan, sehingga semua yang Ia lakukan adalah pekerjaan Roh Kudus dan berisi penegasan oleh Roh Kudus. Oleh karena itu, orang-orang percaya kepada-Nya dan mengikuti Dia. Ini sama seperti ketika Tuhan Yesus melaksanakan pekerjaan-Nya: Meskipun dari luar tampaknya Ia adalah orang yang biasa dan sederhana, melalui firman-Nya dan pekerjaan-Nya manusia melihat pekerjaan Roh Kudus. Hal ini karena seluruh umat manusia dapat melihat bahwa firman dan pekerjaan Tuhan Yesus penuh dengan otoritas dan kuasa. Ia dapat membuat orang buta melihat atau orang lumpuh berjalan dan menyembuhkan orang sakit kusta. Ia dapat menggunakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang. Ia bahkan dapat membangkitkan orang mati. Ia dapat melihat jauh ke dalam lubuk hati manusia dan mengungkapkan rahasia tergelap mereka. Selain itu, Ia juga dapat memberitahukan misteri surgawi kepada umat manusia. Setelah orang-orang mengikuti Dia, mereka memperoleh damai dan kebahagiaan dalam hati mereka. Alasan mengapa orang-orang mengikuti Tuhan Yesus dan mengenali bahwa Ia adalah Mesias adalah karena apa yang Ia lakukan merupakan pekerjaan Roh Kudus. Kita dapat melihat bahwa selama jalan tersebut adalah jalan yang benar, maka Roh Kudus akan bekerja di dalamnya. Oleh karena itu, pada saat mempertimbangkan apakah suatu jalan adalah jalan yang benar, kita harus pertama-tama melihat apakah jalan tersebut mengandung pekerjaan Roh Kudus.
Aspek kedua yang harus kita lihat dalam mempertimbangkan apakah suatu jalan adalah jalan yang benar adalah apakah jalan tersebut mengandung kebenaran dan dapat mengubah watak hidup seseorang secara bertahap agar kemanusiaan mereka semakin lama menjadi semakin lebih normal. Kita semua tahu bahwa Tuhan adalah kebenaran, jalan dan hidup, dan bahwa setiap tahap pekerjaan-Nya yang baru didasarkan pada kebenaran yang Tuhan berikan kepada manusia, yang menunjukkan jalan penerapan di zaman yang baru. Tuhan memastikan bahwa manusia memiliki perbekalan yang dibutuhkan untuk hidup, sehingga ia semakin lama semakin dapat hidup layaknya manusia normal, dan agar ia secara bertahap kembali serupa dengan saat Tuhan menciptakan manusia. Ini adalah karakteristik yang jelas dari jalan yang benar, sama seperti ketika Tuhan Yesus memulai pekerjaan-Nya di Zaman Kasih Karunia. Pada saat itu, Ia menyampaikan banyak kebenaran untuk diterapkan manusia, dan mengajar mereka untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri, untuk memikul salib, menyangkal diri mereka sendiri, dan mengampuni orang lain tujuh puluh kali tujuh kali. Tuhan Yesus mengajak orang-orang untuk menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran. Setiap orang yang percaya dapat mencapai sedikit perubahan dalam tingkah laku lahiriah mereka di depan orang lain melalui ajaran Tuhan Yesus. Melalui Tuhan Yesus, mereka dapat bersikap rendah hati dan penuh kesabaran, dan dengan demikian menjadi sedikit serupa dengan manusia normal. Oleh karena itu, selama jalan itu adalah jalan yang benar, akan ada kebenaran yang dinyatakan. Hal ini pada gilirannya akan membuat kemanusiaan dan akal budi seseorang menjadi semakin lama semakin normal, dan ia akan tampak lebih seperti manusia yang sejati.
Aspek ketiga yang harus kita pertimbangkan dalam merenungkan jalan yang benar adalah lihatlah apakah jalan ini memberi kepada orang-orang pengetahuan yang lebih dalam akan Tuhan dan apakah jalan tersebut mendorong tumbuhnya kasih kepada Tuhan dalam diri mereka dan membawa mereka semakin dekat kepada Tuhan. Kita semua tahu bahwa karena jalan ini adalah jalan yang benar, jalan ini adalah pekerjaan Tuhan itu sendiri, dan bahwa pekerjaan-Nya pasti mengemukakan watak-Nya serta segala sesuatu yang Tuhan miliki dan siapa Dia. Saat orang-orang mengalami pekerjaan Tuhan, mereka secara alamiah mencapai pemahaman yang murni akan Tuhan, dengan demikian menciptakan hati yang penuh kasih bagi Tuhan dalam diri mereka. Ini sama seperti di Zaman Hukum Taurat, ketika Tuhan Yahweh menetapkan hukum untuk membimbing kehidupan orang-orang di bumi. Dari pengalaman mereka dengan pekerjaan-Nya, mereka mengenali bahwa Tuhan Yahweh adalah Tuhan satu-satunya yang benar. Selain itu, mereka mengenali kemegahan dan murka Tuhan dan bahwa watak-Nya tidak boleh dilanggar, dan dengan demikian menciptakan dalam diri mereka hati yang menghormati Tuhan. Pada Zaman Kasih Karunia, Tuhan yang berinkarnasi datang ke bumi untuk melakukan tahap pekerjaan penebusan umat manusia. Melalui pengalaman mereka dengan pekerjaan Tuhan Yesus, orang-orang mengenali watak Tuhan yang penuh kasih dan belas kasihan. Orang-orang juga melihat bahwa Tuhan bukan hanya Roh, tetapi juga dapat mengambil bentuk manusia yang sederhana, dan bahwa Ia dapat melakukan mukjizat, menyembuhkan penyakit dan mengusir roh-roh jahat…. Dan semua pekerjaan yang Tuhan Yesus lakukan ini membuat orang-orang memperoleh pemahaman yang baru tentang Tuhan, yang membangkitkan hati orang-orang untuk menyembah Tuhan. Jadi, jika jalan itu adalah jalan yang benar, itu akan membuat orang lebih memahami tentang Tuhan dan mendorong mereka untuk memiliki pemahaman yang lebih besar akan watak Tuhan.
Meskipun pekerjaan Tuhan terus bergerak maju, selama itu adalah pekerjaan Tuhan itu sendiri dan merupakan jalan yang benar, itu pastinya akan memiliki dan menyatakan ketiga atribut yang telah disebutkan di atas, yaitu bahwa jalan yang benar pastinya akan mengandung pekerjaan Roh Kudus, menyatakan kebenaran, dan membuat orang-orang memperoleh pemahaman yang lebih besar akan Tuhan dan membuat mereka semakin dekat dengan-Nya. Oleh karena itu, jika kita membedakan jalan yang benar dengan cara menimbang-nimbang ketiga standar ini, kita akan dapat membedakan yang benar dari yang salah, sehingga kita dapat mengikuti pekerjaan Tuhan saat ini tepat pada waktunya, memperoleh kebenaran, jalan dan hidup, serta memperoleh janji dan berkat Tuhan yang lebih besar lagi.
Di akhir zaman ini, Tuhan kembali melakukan pekerjaan yang baru, termasuk menyampaikan firman-Nya untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan pembersihan-Nya terhadap umat manusia yang rusak. Pekerjaan ini dilakukan sesuai dengan rencana-Nya dan didasarkan pada kebutuhan aktual orang-orang di akhir zaman. Itu adalah pekerjaan yang baru dan lebih tinggi berdasarkan fondasi pekerjaan Tuhan Yesus. Jika kita mencari dan mempelajari lebih saksama dengan hati yang tenang, kita dapat melihat bahwa tahap pekerjaan Tuhan yang baru ini tidak hanya mengandung pekerjaan Roh Kudus, tetapi juga menyatakan kebenaran dan memungkinkan kita memiliki pemahaman yang lebih murni, komprehensif dan nyata akan watak Tuhan dan semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia. Di bawah ini kita akan bersekutu mengenai pengalaman kita dan pemahaman kita tentang pekerjaan Tuhan di akhir zaman berdasarkan ketiga standar yang telah dibahas sebelumnya untuk mengevaluasi jalan yang benar.
Pertama, jalan yang benar mengandung pekerjaan Roh Kudus. Tuhan Yang Mahakuasa telah datang dan memulai Zaman Kerajaan, melakukan pekerjaan penghakiman baru yang dimulai dari rumah Tuhan, menyampaikan firman-Nya untuk menghakimi dan membersihkan orang-orang, dan memberi umat manusia perbekalan hidup yang baru. Orang-orang yang setia di setiap denominasi telah satu per satu kembali kepada Tuhan Yang Mahakuasa di bawah nama-Nya. Tidak peduli bagaimanapun manusia menentang atau apa pun halangan yang muncul, injil Tuhan di akhir zaman tetap bergelora layaknya gelombang samudera dan menyebar ke seluruh daratan Tiongkok. Semua orang bergegas ke gunung yang kudus dalam perayaan penuh sukacita. Meskipun kita semua berasal dari denominasi yang berbeda, kita mampu hidup berdampingan dengan harmonis dan saling membantu satu sama lain. Tidak ada pengelompokan di sini dan kehidupan bergereja dipenuhi dengan vitalitas. Saudara dan saudari di sini merasa bahwa pertemuan kita tidak pernah cukup, dan ada lagu-lagu pujian untuk dinyanyikan dan dinikmati serta doa-doa yang mencerahkan kita. Setiap kali kita berkumpul, kita semua mampu menerima perbekalan baru dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita dapat mengenali kekurangan kita sendiri, dan dari firman Tuhan kita menemukan jalan untuk penerapan kita. Kita dapat hidup berdampingan dengan normal dan saling mengasihi sesuai dengan firman Tuhan. Saat kita menghadapi pandangan-pandangan yang berbeda, kita semua mampu mengesampingkan pandangan kita sendiri dan mendengarkan gagasan orang lain dengan saksama. Saat kerusakan diungkapkan, kita mampu becermin dan menganalisis diri kita sendiri berdasarkan firman Tuhan. Saat kita melakukan hal-hal yang merugikan kepentingan gereja, kita berani menghadapi kebenaran faktanya dan menerima pemangkasan dan penanganan, dan kita tunduk pada otoritas kebenaran firman Tuhan dalam gereja; saudara dan saudari kita dipenuhi dengan iman, mereka dapat melaksanakan amanat Tuhan dengan setia, serta meninggalkan kenikmatan duniawi demi bekerja menyebarluaskan injil kerajaan Tuhan dengan segenap hati kita. Terlepas dari bagaimana kita diperlakukan oleh berbagai denominasi, atau apakah kita ditolak, dianiaya, dipukuli atau dicaci maki, kita bersedia menanggung kesusahan apa pun dan terus mengkhotbahkan injil Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman demi melakukan kehendak Tuhan. Hari ini, umat pilihan Tuhan telah mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan selama beberapa tahun, watak hidup mereka telah berubah hingga berbagai tingkatan, dan banyak dari antara umat pilihan Tuhan telah menulis artikel dan lagu pujian yang mendokumentasikan pengalaman nyata mereka sendiri akan pekerjaan Tuhan dan mengunggahnya ke Internet untuk bersaksi bagi Tuhan, dan banyak di antaranya yang telah diadaptasikan menjadi film dan video. Artikel, lagu pujian dan film ini merupakan kesaksian mengenai perubahan sejati watak hidup umat pilihan Tuhan, serta menjadi saksi bagi pemahaman umat pilihan Tuhan akan kebenaran dan pengetahuan yang tulus akan Tuhan. Semuanya itu adalah kesaksian para pemenang. Bukankah jumlah kesaksian yang semakin bertambah itu adalah dampak dari pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan? Tanpa pekerjaan Roh Kudus, siapa yang bisa mencapai hasil-hasil tersebut? Kita dapat melihat otoritas dan kuasa Tuhan Yang Mahakuasa dari pengalaman dan kesaksian saudara dan saudari kita. Pekerjaan Tuhan Yang Maha Kuasa mengandung pekerjaan Roh Kudus. Namun bagi berbagai denominasi yang belum mengikuti pekerjaan Tuhan yang baru, mereka yang berkhotbah tidak mengadakan ibadah, jemaatnya bersikap negatif dan lemah, dan iman mereka dingin. Mereka iri dan konfrontatif, membentuk kelompok-kelompok mereka sendiri, dan meskipun mereka mungkin melakukan pekerjaan yang sama, alasan mereka tidak sama. Ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa komunitas keagamaan sudah kekurangan pekerjaan Roh Kudus. Karena Gereja Tuhan Yang Mahakuasa mengandung pekerjaan Roh Kudus, gereja tersebut tampak penuh dengan vitalitas, sementara berbagai denominasi tampak suram, ditinggalkan dan telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus, yang sangat kontras dengan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Oleh karena itu, sudah jelas yang mana jalan yang benar dan yang mana jalan yang lama.
Yang kedua, jalan yang benar mengandung kebenaran, dapat memberitahukan kepada orang-orang jalan yang harus diterapkan di zaman yang baru, dan memungkinkan orang-orang mendapat perbekalan hidup yang baru. Watak hidup mereka mengalami lebih banyak perubahan dan kemanusiaan mereka menjadi semakin normal. Dalam pekerjaan-Nya di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa menyatakan banyak kebenaran dalam berbagai bidang yang berbeda, termasuk kebenaran mengenai bagaimana memahami pekerjaan Tuhan dan juga kebenaran tentang cara menerapkan dan memasuki di zaman yang baru. Sebagai contoh, hal-hal ini termasuk: tujuan pengelolaan Tuhan; prinsip-prinsip di balik pekerjaan-Nya; kebenaran eksklusif mengenai pekerjaan Tuhan di Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia; bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya; pentingnya Tuhan mengambil wujud manusia; bagaimana umat manusia telah berkembang hingga hari ini; bagaimana Iblis merusak umat manusia; bagaimana Tuhan menyelamatkan umat manusia; seperti apa tempat tujuan umat manusia di masa depan; seperti apa kesudahan berbagai jenis orang; pandangan apa yang harus dimiliki orang-orang percaya; bagaimana kita dapat melaksanakan tugas dengan setia; bagaimana cara menjadi orang yang jujur; bagaimana orang harus hidup layaknya manusia yang normal; cara melayani Tuhan yang sesuai dengan maksud-maksud-Nya; dan bagaimana memperoleh ketaatan sejati dan kasih kepada Tuhan. Disampaikannya kebenaran-kebenaran ini oleh Tuhan Yang Mahakuasa memungkinkan orang-orang untuk lebih memahami pekerjaan Tuhan dan watak-Nya, serta memungkinkan mereka untuk memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai natur dan substansi diri mereka serta fakta mengenai kerusakan mereka. Selain itu, kebenaran-kebenaran ini memungkinkan orang-orang untuk melihat dengan jelas jalan yang harus mereka ikuti untuk mengubah watak mereka. Dengan mengalami penghakiman dan hajaran oleh Tuhan Yang Mahakuasa, orang-orang akhirnya memahami aspek-aspek keyakinan mereka terdahulu yang saling campur aduk, dan menyadari bahwa meskipun mereka telah menerima penebusan dan kasih karunia yang berlimpah dari Tuhan, jauh di lubuk hati mereka masih menanti-nantikan kesenangan fisik dan berkat materi yang lebih besar dari Tuhan serta mencapai cita-cita dan kekayaan mereka melalui Tuhan. Selain itu, meskipun mereka sibuk bekerja bagi Tuhan, mereka melakukannya agar diberkati dan dimahkotai. Mereka melakukan hal ini atas nama ketenaran dan keuntungan pribadi. Mereka tidak melakukan hal-hal ini untuk memenuhi tugas mereka sebagai mahkluk ciptaan. Tidak masalah berapa banyak kasih karunia atau berapa banyak berkat yang orang peroleh dari Tuhan, jika Tuhan sedikit saja gagal memenuhi gagasan mereka, mereka langsung menentang dan mengeluh kepada Tuhan. Mereka bahkan sampai terang-terangan melawan Tuhan, atau bahkan meninggalkan Tuhan. Orang-orang telah lama kehilangan hati nurani dan kemampuan semula mereka untuk berpikir secara rasional di hadirat Tuhan. Orang-orang begitu dirusak oleh Iblis sampai-sampai mereka telah sepenuhnya kehilangan keserupaan mereka dengan manusia. Kebenaran yang dinyatakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa memungkinkan orang-orang untuk memiliki pemahaman yang benar akan kerusakan mereka sendiri dan menunjukkan kepada mereka bahwa mereka egois, hina dan tidak memiliki kemanusiaan. Di saat yang sama, mereka menjadi paham akan pentingnya pekerjaan penyelamatan Tuhan yang dilakukan terhadap mereka, serta maksud baik dan penuh kepedulian Tuhan serta upaya yang besar dan harga yang dibayar untuk menyelamatkan manusia. Roh manusia dengan demikian mulai bangun sedikit demi sedikit dan hati nurani serta kemampuan mereka untuk berpikir secara rasional mulai dipulihkan hari demi hari. Orang-orang tidak lagi berusaha memuaskan kedagingan mereka sendiri dan tidak lagi mengadakan kesepakatan dengan Tuhan. Sebaliknya mereka hanya berusaha memuaskan kehendak Tuhan dan menawarkan kepada Tuhan semua yang mereka punya. Dengan cara ini, manusia sebagai mahkluk ciptaan secara bertahap mulai mendapatkan kembali hubungan yang normal dengan Sang Pencipta. Semakin lama mereka menjadi semakin mengasihi Tuhan, lebih tunduk dan lebih rindu menyembah Tuhan, dan pada akhirnya mereka pun mulai lebih terlihat seperti manusia yang seharusnya. Singkat kata, Tuhan Yang Mahakuasa memberi kepada kita kebenaran yang harus kita pahami untuk memperoleh keselamatan dalam iman kita kepada Tuhan. Ia menunjukkan kepada kita arah jalan di zaman yang baru, dan Ia mengizinkan kita untuk memperoleh perbekalan yang paling nyata yang kita butuhkan untuk hidup. Semua ini membuktikan bahwa jalan Tuhan Yang Mahakuasa adalah jalan yang benar.
Ketiga, jalan yang benar memberi kepada manusia pemahaman yang baru dan nyata tentang Tuhan, dan memampukan manusia untuk semakin mengasihi Tuhan. Saudara dan saudari sekalian, jika engkau sendiri dapat membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan benar-benar menghubungi mereka yang telah menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, tidak sulit untuk menemukan bahwa saudara dan saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa telah memperoleh pengetahuan yang baru dan pemahaman yang lebih bernuansa tentang Tuhan melalui cara yang mereka gunakan untuk mencari kebenaran Tuhan Yang Mahakuasa. Dengan mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa, orang-orang memahami watak Tuhan yang benar dan melihat bahwa watak yang melekat pada diri Tuhan tidak hanya mengandung kasih dan belas kasihan, tetapi juga kemegahan dan murka, dan watak-Nya itu tidak menolerir pelanggaran apa pun oleh umat manusia. Dengan mengalami pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, orang-orang melihat bahwa Tuhan menyelamatkan manusia tidak hanya dengan menyatakan kebenaran untuk menghakiminya, tetapi juga dengan mengatur segala macam situasi dan lingkungan untuk mengungkapkan orang-orang, dan pada akhirnya menggunakan bencana untuk memurnikan dan menyucikan orang-orang. Di saat yang sama, orang-orang juga melihat bagaimana Tuhan mengungkapkan para antikristus, pelaku kejahatan, dan orang-orang yang tidak percaya di dalam gereja, dan bagaimana Tuhan menggerakkan si naga merah yang sangat besar untuk melakukan pelayanan bagi penyempurnaan umat pilihan-Nya. Dengan demikian, orang-orang memperoleh sedikit pengetahuan yang nyata tentang kemahakuasaan, hikmat, dan keajaiban Tuhan, serta tentang betapa tak terselaminya Tuhan itu. Selain itu, mereka juga memperoleh pemahaman yang lebih nyata mengenai maksud baik Tuhan dalam menyelamatkan umat manusia, kasih-Nya yang tulus terhadap umat manusia, dan substansi-Nya yang kudus dan indah. Mengalami pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa membantu menyelesaikan banyak gagasan yang salah yang dimiliki orang-orang mengenai Tuhan dan membantu mereka menyadari bahwa Tuhan bukan hanya Tuhan bangsa Israel, tetapi juga Tuhan segala bangsa non-Yahudi, dan Tuhan atas segala mahkluk ciptaan. Orang-orang juga memahami bahwa pekerjaan Tuhan selalu baru dan tidak pernah usang dan tidak dibatasi oleh aturan apa pun. Dalam berbagai hal, orang-orang melihat bahwa ada banyak aspek-aspek Tuhan yang layak dikasihi, bahwa kasih Tuhan bagi umat manusia begitu besar dan nyata, dan setelah itu kasih yang tulus bagi Tuhan timbul dalam hati mereka, mereka mendambakan pengejaran akan kebenaran, dan mereka berupaya dengan sekuat tenaga untuk memenuhi tugas-tugas mereka sebagai mahkluk ciptaan dan memuaskan Tuhan. Dari hal ini, kita tahu bahwa pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman dapat memberi kepada manusia pemahaman yang lebih mendalam tentang Tuhan daripada yang dapat diberikan selama Zaman Kasih Karunia; pemahaman tersebut lebih nyata dan lebih komprehensif. Hubungan antara Tuhan dan manusia semakin dekat seiring dengan semakin mendalamnya pemahaman manusia akan Tuhan. Hanya pekerjaan Tuhan sendiri yang dapat memiliki dampak seperti ini, dan hanya Tuhan itu sendiri yang dapat memberi kepada umat manusia watak-Nya dan semua yang Ia miliki dan siapa Dia. Tak diragukan lagi bahwa jalan Tuhan Yang Mahakuasa adalah jalan yang benar.
Sebagai ringkasannya, Kilat dari Timur, yang telah ditentang dan dikutuk oleh para pemimpin keagamaan, adalah Tuhan Yesus yang telah kembali menjadi daging di akhir zaman—yaitu Tuhan yang unik itu sendiri. Oleh karena itu, bagaimanapun berbagai denominasi menentang dan menyerangnya, dan bagaimanapun pemerintah PKT menciptakan rumor untuk mengutuk dan menjebaknya, mereka tidak dapat sedikit pun menghalangi perluasan pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Hanya dalam waktu sekitar dua puluh tahun, injil kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa telah menyebar ke seluruh daratan Tiongkok. Firman Tuhan dan nama Tuhan telah menyebar ke ratusan juta rumah tangga. Di antara berbagai denominasi, mereka yang mengejar kebenaran dan benar-benar menginginkan Tuhan telah kembali kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Jutaan orang sedang menikmati firman Tuhan, menerima penghakiman, pembersihan, keselamatan dan penyempurnaan Tuhan, serta memuji perbuatan-perbuatan Tuhan yang menakjubkan. Tuhan telah membuat sekelompok pemenang di Tiongkok dan telah mendapatkan sekelompok orang yang sehati dan sepikiran dengan-Nya. Pekerjaan Tuhan akan segera selesai dengan pemuliaan diri-Nya dan bergerak dengan cepat dari Timur─yakni Tiongkok─ke dunia barat, dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa telah mendirikan cabang-cabang di lusinan negara, yang merupakan penggenapan seutuhnya dari nubuat Tuhan Yesus: “Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak” (Matius 24:27). Rekan-rekan rohaniku, cepatlah singkirkan gagasan yang engkau khayalkan dan berupayalah mendengar suara Tuhan. Mari datang ke hadapan Tuhan dengan sungguh-sungguh: Tuhan Yang Mahakuasa menantikan kedatanganmu kembali!

9/23/2019

Apa Perbedaan Antara Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa?

 Apa Perbedaan Antara Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa?

Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa percaya kepada Tuhan yang sama. Orang yang memahami sejarah agama tahu bahwa agama Yahudi di Israel lahir dari pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yahweh di Zaman Hukum Taurat. Gereja Kristen, Katolik, dan Ortodoks Timur semuanya muncul setelah Tuhan Yesus yang berinkarnasi melakukan pekerjaan penebusan. Gereja Tuhan Yang Mahakuasa muncul ketika Tuhan menjadi manusia pada akhir zaman untuk melakukan pekerjaan penghakiman.

7/29/2018

Penampakan Tuhan Telah Mendatangkan Zaman yang Baru


   Rencana manajemen enam ribu tahun Tuhan pada dasarnya telah berakhir. Pintu kerajaannya terbuka bagi semua yang mencari penampakan Tuhan . Saudara dan saudari terkasih, apa yang Anda tunggu? Apa yang kamu cari? Apakah Anda menantikan kemunculan Tuhan? Apakah Anda mencari langkah-langkah Tuhan? Apa yang mendambakan penampakan Tuhan! Betapa sulitnya menemukan jejak Tuhan! Di era ini, di dunia seperti itu, apa yang harus kita lakukan untuk menyaksikan hari-hari manifestasi Tuhan? Apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti jejak Tuhan? Semua orang yang menunggu Tuhan muncul menghadapi masalah ini. Anda telah mempertimbangkan masalah ini lebih dari satu kali - tetapi apa akhirnya? Di mana Tuhan muncul? Di mana jejak Tuhan? Sudahkah Anda menemukan jawabannya? Banyak orang akan menjawab ini: Tuhan muncul di antara orang-orang yang mengikutinya, dan langkahnya ada di antara kita, sesederhana itu! Setiap orang dapat memberikan jawaban yang standar, tetapi apakah Anda mengerti apa arti kehadiran Tuhan, dan apa langkah Tuhan itu? Munculnya Tuhan berarti bahwa dia secara pribadi datang ke tanah untuk melakukan pekerjaannya. Dengan identitas dan karakternya sendiri, dengan caranya yang unik, ia memasuki kemanusiaan, melakukan pekerjaannya, memulai era, dan mengakhiri sebuah era. Hantu seperti ini bukanlah ritual. Juga bukan tanda, gambar, mukjizat atau visi besar, apalagi proses keagamaan. Penampilan ini adalah fakta aktual dan aktual yang dapat disentuh dan dilihat. Phantom seperti ini lebih dari sekedar mengikuti proses.Atau hanya pekerjaan jangka pendek, tetapi ini adalah fase kerja yang dicakup oleh rencana manajemennya. Penampilan Tuhan selalu penuh makna dan selalu terkait dengan rencana manajemennya. Ilusi ini benar-benar berbeda dari bimbingan Tuhan kepada umat manusia, ilusi kepemimpinan dan pencerahan. Setiap kali dia mengungkapkan dirinya, Tuhan akan melakukan fase kerja yang hebat. Pekerjaan ini berbeda dari pekerjaan di waktu lain. Karya ini belum tenggelam dalam pikiran manusia dan tidak pernah mengalami kemanusiaan. Pekerjaan ini telah memulai era baru, berakhir untuk waktu yang lama, adalah bentuk kerja yang baru dan lebih baik untuk menyelamatkan umat manusia. Selain itu, ini adalah pekerjaan membawa manusia ke era baru.
 

12/11/2019

2. Bagaimana orang dapat mengetahui watak dan esensi Tuhan?

Mengenal Tuhan, Firman Tuhan, pekerjaan Tuhan,

Gereja Injil - 2. Bagaimana orang dapat mengetahui watak dan esensi Tuhan?
Firman Tuhan yang Relevan:
Sukacita Tuhan terletak pada keberadaan dan kebangkitan kebenaran dan terang; karena hancurnya kegelapan dan kejahatan.